Sabtu, 09 Juli 2016

Undangan Terindah Part 6

City Tour dan Umroh Kedua


Dalam ibadah umroh ini saya dan jamaah yang lain terbagi menjadi 2 rombongan. Ada rombongan 9 hari dan rombongan 13 hari. Saya dan mamah ikut ke dalam rombongan yang 9 hari. Dengan alokasi pembagian waktu 5 hari di Mekkah dan 4 hari di Madinah.

Aktifitas selama di Mekkah saya dan mamah habiskan di masjid, ruang makan dan kamar. Jam 3 dini hari ke masjid, pulang jam 6 pagi, lalu ke ruang makan untuk sarapan, ke kamar untuk istirahat. Jam setengah sebelas ke masjid lagi untuk sholat dzuhur, pulang jam setengah dua lalu ke ruang makan. Selesai makan siang kembali lagi ke kamar untuk istirahat dan.... seterusnya seperti itu.

Alhamdulillah, selama di Mekkah entah mengapa kami dijauhkan dari keinginan untuk belanja atau pun hanya sekedar melihat-lihat ke dalam toko souvenir yang berjejer-jejer tepat di depan hotel. Mungkin salah satunya adalah informasi dari teman saya yang mengatakan bahwa barang-barang di Madinah lebih murah di bandingkan di Mekkah. Jadi, belanjanya ntar-entaran aja kalau di Madinah hehehe...

Deretan toko sovenir di depan hotel
Alhamdulillah... disela-sela rutinitas tersebut, pada hari ke3 jadwal kegiatan kami adalah City Tour atau Ziarah Kota. Hari Sabtu, 14 Mei 2016, jam setengah delapan semua jamaah umroh sudah berkumpul di lobi bersiap untuk city tour.

Panitia juga sudah menyiapkan dua buah bis yang akan mengantar kami semua ziarah kota. Satu bis untuk rombongan 9 hari. Dan bis yang lainnya untuk rombongan 13 hari. Bisnya besar dan nyaman tentunya. Dan yang membuat mamah saya cukup bahagia, karena pak sopirnya ternyata orang Sunda juga. Namanya Pak Ade. Mamah saya berasa jumpa saudara sekampung. Alhasil.... keluarlah dialog-dialog berbahasa Sunda antara mamah dan Pak Ade hehehe...

Tempat-tempat bersejarah yang akan kami kunjungi diantaranya Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Padang Arofah, Muzdalifah, Mina kemudian singgah ke Masjid Ji'ronah untuk mengambil miqot guna persiapan umroh kedua.

Bismillah... dan city tour pun dimulai. Tour leader dalam bis saya hari ini adalah Mas Iman. Oya, sedikit tips bagi temen-temen yang akan pergi umroh, jangan lupa membawa masker, kaca mata hitam dan payung ya. Karena cuaca di sini cukup panas. Ketiga perlengkapan tersebut sangat kita butuhkan.

Destinasi pertama adalah Jabal Tsur. Disini kami bisa turun dan pastinya berfoto-foto. Yang menarik adalah saat semua jamaah telah turun dari bis, ada seorang lelaki paruh baya berkulit hitam memimpin kami untuk berdoa. Saya rasa beliau mungkin juru kunci atau apalah namanya kali ya hehehe...

Di Jabal Tsur
Setelah berdoa, kemudian dilanjutkan dengan berfoto-foto, perjalanan kami lanjutkan kembali. Destinasi selanjutnya adalah Jabal Rahmah. Tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa. Jika di Jabal Tsur kami hanya berada di bawah, di Jabal Rahma kami diberi kesempatan untuk mendaki sebuah bukit yang di puncaknya terdapat sebuah tugu. Disanalah untuk pertama kalinya Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu setelah dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT.

Teman, gunung-gunung disini benar-benar gunung batu. Untuk menuju ke atas, kita harus mendaki batu-batu besar. Cuacanya sangat terik. Jangan lupa kaca mata hitam nya ya. Bukan untuk gaya-gayaan. Tapi memang panas dan silau.

Jika sudah sampai di atas, yang biasa dilakukan oleh para peziarah adalah berdoa. Dan jangan corat-coret sembarangan ya, ada para penjaga yang lumayan galak mengingatkan kita. Selain itu, kita juga harus berhati-hati terutama jangan termakan bujukan orang-orang yang menawarkan jasa untuk memotret. Itu tidak gratis. Bisa-bisa kita dimintai uang ratusan ribu hanya untuk jasa memotret (itu pesan dari tour leader kita lho).

O'ya ternyata meski di atas bukit, tapi disana juga banyak orang yang berjualan. Semacam "pasar tiban" kalau di Pekalongan hehehe... Ada penjual kurma, aneka souvenir, pacar kuku dll.

Mendaki Jabal Rahmah
Tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa
Pedagang souvenir di mana-mana
Dari Jabal Rahmah, perjalanan dilanjutkan kembali. Tujuan berikutnya adalah Padang Arofah, Muzdalifah, Mina. Teman, disini kita diajak menikmati perjalanan melewati tempat-tempat yang harus dilalui oleh kaum muslimin saat melakukan ibadah haji. 

MasyaAllah... takjub. Tidak terbayang bagaimana penuh sesaknya saat musim haji tiba. Merasakan sensasi masuk terowongan mina, melihat dari jauh tempat melempar jumroh, melihat hamparan tenda-tenda berwarna putih. Ditambah lagi cara Mas Iman sebagai Tour Leader menjalaskan tempat-tempat bersejarah yang kami lalui, runtut, jelas dan mudah dipahami. Alhamdulillah, banyak ilmu yang saya peroleh hari ini.

Selanjutnya kami menuju Masjid Ji'ronah, sebagai miqot untuk melaksanakan umroh kedua. Disana kami terutama jamaah laki-laki harus berganti pakaian menggunakan pakaian ihrom. Begitu pula jamaah perempuan yang belum mengenakan pakaian putih, dapat menggantinya. Selain berganti pakaian, kita juga harus melaksanakan sholat sunat ihrom 2 rakaat.

Untuk umroh yang kedua, kita bisa niatkan untuk orang tua atau saudara yang telah tiada. Niat umroh ini kami lafazkan dalam bis. Bersyukur, dalam melalafazkan niat kami para jamaah dibimbing oleh Ustadz Hasanudin. Maklum... karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. 

Dari Masjid Ji'ronah, perjalanan kami lanjutkan kembali. Kali ini perjalanan pulang menuju hotel untuk makan siang, lalu berkumpul lagi di lobi hotel untuk bersama-sama ke Masjidil Harom melaksanakan sholat jama' dzuhur dan ashar lalu melaksanakan ibadah umroh ke 2.

Alhamdulillah, city tour dan ibadah umroh ke 2 ini berjalan dengan lancar. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kami. amin....


Bersambung Part 7
Part 5
Part 4
Part 3
Part 2
Part 1
 

Jumat, 01 Juli 2016

Undangan Terindah Part 5

Semoga Allah Menerima Ibadah Umroh Kami


Saya rasa, semua orang pasti akan menitikkan air mata saat pertama kali melihat Ka'bah. Entah mengapa, saat melihat Ka'bah merasa bahwa Allah sangat sayang kepada kita sehingga Allah berkenan mengundang kita untuk menunaikan ibadah umroh. Rasanya diri ini kecil, lemah dan tak berdaya dihadapan Allah.

"Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Baitullah ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya diantara yang berhaji atau yang berumroh padanya, dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan." 

Dan, tawaf pun dimulai. Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali dimulai dari hajar aswad atau sebagai patokan kita bisa melihat lampu berwarna hijau yang menempel pada dinding Masjidil Harom, tepat di seberang hajarul aswad.

Pada setiap awal putaran tawaf, posisi badan berdiri menghadap ke hajar aswad sambil mengangkat tangan dan membaca "Bismillahi Allohu Akbar". Lalu mengecup tangan kanan dan mulai bergerak dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri.

Selesai melaksanakan tawaf, ibadah selanjutnya adalah sholat sunat tawaf dua rakaat. MasyaAllah... meski sholatnya sambil desel-deselan namun ada kenikmatan tersendiri. Sholat dan berdoa menghadap Ka'bah dijamin air mata ngga lagi dapat dibendung. Nangis... nangis...dan nangis. Jadi teringat semua dosa dan kesalahan, jadi teringat ayah, ibu. Namun di satu sisi, keinginan untuk berdoa...berdoa...dan berdoa begitu menggebu.

Selanjutnya, kami masuk ke dalam masjid dan beristirahat sejenak sambil minum air zam-zam. Teman, disini kita bisa sepuas-puasnya minum air zam-zam, mau yang dingin atau pun yang biasa tersedia. MasyaAllah...maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan.

Air zam-zam
Istirahat sudah, minum zam-zam sudah, saatnya melanjutkan ibadah selanjutnya yaitu Sai. Berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah bolak balik sebanyak 7 kali. Menurut info yang saya baca di wikipedia, jarak antara Safa dan Marwa kurang lebih 450 m. Jika 7 kali , jarak yang harus ditempuh kurang lebih 3, 15 km. Bismillah... semoga Allah mudahkan.

Berdoa diatas bukit safa menghadap ka'bah

Mamah diantara bukit Safa dan Marwa
Allahu Akbar... menurut saya, salah satu ibadah yang terberat adalah sai. Maklum, selama di Indonesia pun saya termasuk orang yang jarang berolah raga. Selain menghawatirkan diri sendiri, saya juga menghawatirkan mamah saya. Beliau sudah sepuh dan sebelum berangkat umroh pun kaki beliau juga masih sakit. Namun, melihat semangat mamah saya untuk menyelesaikan Sai, membuat saya bersemangat kembali. Malu lah sama yang sepuh. Terbayang perjuangan bunda Siti Hajar saat mencari air untuk ananda tersayang Ismail.

Alhamdulillah, akhirnya saya dan mamah serta jamaah umroh yang lainnya mampu menyelesaikan ibadah sai. Ibadah sai ditutup dengan berdoa di Bukit Marwa. Dan...sekali lagi, kami semua menangis haru.

Selesai sai, berdoa di Bukit Marwa
Tahallul dan istirahat. Ibadah umroh selesai
Sekarang saatnya tahallul. Memotong sedikit rambut dan sebagai tanda bahwa ibadah umroh telah selesai kami lakukan. Setelah itu kami, terutama jamaah laki-laki bisa berganti dengan pakaian biasa kembali.

"Ya Allah..Ya Tuhan kami... terimalah semua amalan kami, berilah kesejahteraan kepada kami, maafkan kesalahan kami, dan berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu."


Bersambung Part 6
Part 4
Part 3
Part 2
Part 1

Selasa, 28 Juni 2016

Undangan Terindah Part 4

Ini Bukan Mimpi


Hari yang saya nanti akhirnya datang juga. Rabu, 11 Mei 2016 jam 14.30 kami sudah berkumpul di Masjid Alfairus. Dua buah koper besar sudah berangkat sejak dua hari yang lalu. Sedangkan dua buah travel bag ukuran sedanglah yang akan menemani saya dan mamah sepuluh hari kedepan.

Suasana di Masjid Alfairus bukan main ramainya. Tempat parkir penuh dengan mobil jamaah dan yang mengantar. Di teras dan di masjid penuh dengan para pengantar. Tidak menyangka ternyata pengantar jamaah umroh sama ramainya seperti mengantarkan jamaah haji.

Masing-masing jamaah umroh diantar oleh sanak saudara mereka. Termasuk saya dan mamah. Yang mengantar kami adalah mba Lis (kakak tertua),  Ceria (adik saya) dan Afaf keponakan saya. Sedangkan kakak-kakak saya yang lainnya dan keponakan-keponakan saya menunggu di Stasiun Pekalongan.


Pelepasan jamaah umroh dilakukan setelah sebelumnya kami sholat ashar berjamaah dan dilanjutkan dengan doa bersama, memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran dalam melaksanakan ibadah umroh.
*Teman, suasana saat itu, benar-benar mengharukan.

Dari Masjid Alfairus, rombongan bergerak menuju Stasiun Pekalongan. Dari Stasiun Pekalongan kami akan menuju Jakarta dengan menaiki kereta Argo Muria yang akan berangkat pukul 5 sore tujuan Stasiun Gambir dan berlanjut menginap semalam di Hotel Zest.

*Teman, alhamdulillah dalam perjalanan ini saya mendapat bonus. Ternyata, letak Stasiun Gambir dekat dengan Monas. Jadi, saya mendapat bonus dapat melihat indahnya Monas di malam hari, juga bisa melihat Masjid Istilqlal live di depan mata. MasyaAllah....

Di dalam kereta api
Cek out dari Hotel Zest
Kamis, 12 Mei 2016 jam 10.00 kami cek out dari Hotel Zest. Perjalanan dilanjutkan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Lagi-lagi saya takjub. Karena ini adalah kali pertama saya ke Bandara Internasional Soekarno Hatta dan kali pertama naik pesawat terbang. Jangan tanyakan bagaimana perasaan saya saat itu. Pastinya deg-degan, penasaran, exited, bahagia... semua menjadi satu. INI SEPERTI MIMPI.

Pengalaman pertama naik pesawat. Deg-degan
Penerbanganan kami menggunakan Pesawat Saudia dengan lama penerbangan sekitar 9 jam. Berangkat jam 13.00 WIB dan diperkirakan sampai di Bandara Internasional King Abdul Aziz sekitar pukul 19.00 WKSA.

Di Bandara Internasional King Abdul Aziz
Subhanallah... walhamdulillah.... wa laa ilaha illallah pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan selamat di Bandara Internasional King Abdul Aziz di kota Jeddah. Saya sudah di Saudi Arabia. Saya cubit lengan saya. Sakit... INI BUKAN MIMPI.

Meski baru saja melalui perjalanan yang panjang, namun rasa lelah itu tak ada. Yang ada adalah perasaan bahagia dan tentunya rasa tak sabar untuk segera berjumpa dengan Baitullah.

Antri saat pemeriksaan keimigrasian
Setelah proses imigrasi selesai, semua jamaah segera mengganti pakaian mereka dengan pakaian ihrom untuk melaksanakan umroh. Dilanjutkan dengan sholat sunat Ihrom dua rakaat.


Selanjutnya, dengan menaiki bis yang telah disediakan kami melanjutkan perjalanan menuju kota Mekkah. Tidak langsung ke Masjidil Harom, tapi ke hotel dulu untuk cek in, meletakkan barang baru setelah itu ke Masjidil Harom untuk menunaikan ibadah umroh. Lama perjalanan yang kami tempuh dari kota Jeddah ke kota Mekkah sekitar 1 jam. Niat umroh kami lafazkan di dalam bis. "Labbaik Allahumma 'umrotan. Nawaitu 'umrota wa ahromtu biha lillahi ta'ala."

Memasuki kota Mekkah, dari jauh tampak Mekkah Royal Clock Tower menjulang tinggi. Bangunan yang biasanya hanya saya lihat di televisi, di kalender dan di internet kini ada di depan mata saya. Gagahnya....


Di Mekkah saya dan jamaah umroh lainnya menginap selama 5 hari di hotel Dar El- Eiman Muhajirin. Letak hotel ini sekitar 450 m dari Masjidil haram. Di Mekkah, selain di bimbing oleh Ustadz Machrus dan Ustadz Hasanudin, kami juga didampingi oleh beberapa pendamping yaitu Mba Nabila, Mas Fuad, Mas Iman dan Mas Aril.

Setelah pembagian kamar dan meletakkan barang-barang ke dalam kamar dan beristirahat sejenak kami pun bersiap untuk melaksanakan umroh. Semua jamaah berkumpul di lobi hotel. Kami mendapat pengarahan singkat, mulai dari rute dan nomor pintu Masjidil Harom yang akan sering kita masuki. Rasanya sudah tidak sabar ingin segera kesana.

Bismillah... Labaikallah humma labbaik....
Sepanjang perjalanan, jantung saya berdegup kencang. Dada terasa sesak. Entah mengapa, rasanya tegang akan berjumpa dengan Baitullah. Tasbih, tahmid dan takbir tak henti terucap. Meski tengah malam, namun rombongan umroh dari mana-mana tetap memenuhi jalan.

Pelan namun pasti bangunan megah Masjidil Harom nampak semakin dekat... dekat dan dekat. Bahkan kini benar-benar ada di depan mata saya. "Allahumma antassalam, wa minkas salam, fahayyina robbana bissalam, wa adkhilnal jannata darassalam, tabarokta robbana wata 'alaina ya dzaljalali wal ikrom. Allohummaftahli abwaba rohmatika. Bismillahi walhamdulillahi washsholatu wassalamu ala rosulillah." Merinding... dan saya semakin gugup.


Kami terus berjalam memasuki Masjidil Harom. Terus dan terus berjalan. Hingga... bangunan dengan penutup kain hitam itu gagah berdiri di depan saya. Tangis saya seketika itu pecah. Allahu Akbar... bangunan ini benar-benar nyata dihadapan saya. Dan seketika itu saya teringat ayah saya yang telah tiada. Bahkan ketika saya melihat sekeliling saya, hampir semua jamaah umroh Alfairus menitikkan air mata. SAYA YAKIN INI BUKAN MIMPI.

Bersambung Part 5
Part 3
Part 2
Part 1

Minggu, 26 Juni 2016

Undangan Terindah Part 3

Manasik Umroh dan Bahagia Mendapat Keluarga Baru


Ahad, 1 Mei 2016.
Pukul 06.30 saya dan mamah sudah rapi lengkap dengan balutan busana berwarna putih. Hari ini adalah kegiatan manasik umroh sekaligus pembagian koper dan perlengkapan umroh lainnya di Masjid Alfairus. Menurut sms yang kami terima dari biro umroh, manasik umroh dimulai jam 07.00. Karenanya, kami sudah bersiap lebih awal sambil menunggu mobil jemputan datang. 

Jam 07.00 tepat (menurut jam tangan saya hehehe...) saya dan mamah sudah sampai di Masjid Al Fairus. Keadaan masih sepi. Hadeuuuuh... ini saya yang datang kepagian, atau malah datang terlambat??? Bahkan Pak Mul, driver kami meminta kami untuk tidak turun dari mobil dulu menunggu teman-teman yang lain datang.

Sesaat kemudian ada rombongan calon jamaah umroh yang datang. Kami pun turun. Satu persatu peserta yang lainnya juga berdatangan. Menunggu acara dimulai, kami saling bersalaman dan mengenalkan diri. Teman-teman baru kami diantaranya adalah mba Dina, Bu Tuti, Mba Norma, Bu Sulastri daaaannn masih banyak lagi. Karena insyaAllah jamaah yang akan berangkat sekitar 80-an.

Sambil menunggu yang lain datang, Mas Imdad dan Mas Fuad (petugas dari Alfairus tours) membagikan 3 buah buku. 1 buku kecil dengan tali berwarna hijau dan 1 buku ukuran standart yaitu buku Doa Manasik dan buku Tuntunan Praktis Manasik Umroh. Satu buah buku Kenangan Umroh yang berisi jadwal kegiatan kita selama ibadah umroh, daftar nama peserta umroh dll. 


Dari buku tersebut, saya jadi tahu jadwal perjalanan umroh dari berangkat hingga pulang kembali ke Indonesia. Selain itu, saya juga tahu siapa saja teman sekamar saya ketika berada di Mekkah maupun di Madinah. Semua ada di dalam buku Kenangan Umroh. Sangat bermanfaat sekali bukan? Pastinya. Dan buku tersebut juga yang akan menemani hari-hari saya selama disana.

Hmm... manasik umroh baru dimulai jam sembilan, molor beberapa jam. Bukan salah biro nya. Tapi karena, banyak peserta yang datang tidak tepat waktu. But, it's oke. 

Kegiatan manasik umroh dilaksanakan di dua tempat yaitu di dalam masjid dan di luar masjid. Kegiatan diawali dengan pembukaan di dalam masjid. Dipimpin oleh Ustadz Machrus, beliau mengabsen nama jamaah umroh satu-persatu dengan tujuan agar kami peserta saling mengenal satu dengan yang lainnya. Selanjutnya yang berkaitan dengan manasik, rukun, syarat, bacaan dan cara memakai pakaian ihrom di pandu oleh Ustadz Hasanudin.

Pemaparan teori beres, sekarang saatnya praktek umroh. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan Masjid Alfairus. Dimulai dengan niat umroh, lalu tawaf, sai. dan tahallul.



Selesai praktek, kami kembali ke dalam masjid, untuk beristirahat sejenak dan kegiatan tanya jawab seputar umroh. Acara dihentikan beberapa waktu karena sudah masuk waktu dzuhur. Kami pun melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Usai sholat dhuhur, dilanjutkan dengan makan siang prasmanan yang sudah disiapkan oleh panitia.

Usai makan siang, acara dilanjutkan kembali. Kali ini Ustadz Machrus kembali yang mengisi. Materinya seputar teknis perjalanan umroh. Mulai dari perlengkapan yang harus dibawa, hal-hal yang biasa dihadapi oleh jamaah ketika umroh, sampai hal-hal yang harus dihindari saat beribadah umroh. Dan selalu ada sesi tanya jawab di akhir kegiatan. Maklum, terutama bagi saya yang belum pernah berumroh, seribu satu pertanyaan ada di dalam pikiran saya.

Jam dua siang acara manasik umroh telah selesai. Selanjutnya kami diminta untuk mengambil koper, tas, jilbab dll. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Harapan saya, semoga ibadah umroh nanti pun dapat berjalan dengan lancar. amin....

Bersambung Part 4
Part 2
Part 1

Undangan Terindah Part 2

Bahagia Menyambut Hari Keberangkatan


Alhamdulillah, Allah menganugerahi saya kesehatan dan kekuatan untuk mengurus segala kelengkapan yang harus kami siapkan. Maklum mamah sudah sepuh jadi, urusan bolak-balik mengurus berkas dan yang lainnya saya yang bergerak. 

Bersyukur Biro Umroh Alfairus Tours berpusat di Pekalongan. Jadi hemat waktu dan biaya. Bayangkan jika saya ikut biro umroh yang ada di luar kota habis waktunya bolak- balik di jalan hehehe...

Yang kami harus kami siapkan untuk umroh diantaranya adalah 
  1. Pas foto. Pas fotonya sedikit berbeda dengan pas foto pada umumnya yaitu backgroun berwarna putih dan tampak muka 80 %. Jumlahnya 3x 4 sebanyak delapan lembar dan ukuran 4x6 sebanyak 8 lembar pula.
  2. Fotokopi KTP dan Fotokopi KK
  3. Buku Suntik Meningitis
  4. Pasport
Hari Selasa, 12 April 2016 didampingi oleh seorang petugas dari Alfairus, yang bernama Mas Imdad. Saya, mamah dan beberapa calon jamaah umroh membuat pasport. Kali ini tidak di Pekalongan. Karena kantor imigrasi berada di kota Pemalang. Karenanya kami berangkat agak pagi agar tidak masuk dalam daftar antrian yang panjang.

Kelengkapan yang diperlukan untuk membuat pasport yaitu: 
  1.  KTP asli
  2. Kartu Keluarga Asli
  3. Buku nikah/Akte kelahiran asli/ Ijasah asli
  4. Dan tentu saja biaya pembuatannya.
*Teman, kalau kita lihat persyaratan yang kita perlukan untuk umroh, sangat penting bagi kita untuk tertib administrasi ya. Bayangkan kalau kita ngga punya KTP, KK, Akte Kelahiran. Ataupun kita punya, tapi ada perbedaan penulisan atau hurufnya antara yang di KTP dengan yang di akte kelahiran. Pasti bakalan ribeeeeeet bertubi-tubi untuk mengurus administrasinya.

Untuk pembuatan pasport alhamdulillah berjalan lancar dan memakan waktu sekitar setengah hari. Berangkat jam 9.00 sampai kembali di rumah sekitar jam 13.30. Dan pada saat itulah saya bertemu dengan sesama calon jamaah umroh yang ternyata saat ibadah umroh di Makkah nanti menjadi "partner of crime dalam berfoto" hehehe...
Dialah...Agustina.

Suntik meningitis, baru bisa kita lakukan jika pasprt sudah jadi. 


Persyaratan yang harus disiapkan :
  1. Fotokopi pasport 
  2. Fotokopi KTP
  3. Pas foto 4x6 sebanyak 2 lembar.
Untuk suntik meningitis dilakukan di Pekalongan. Jadi ngga usah keluar kota lagi. Setelah menyerahkan persyaratannya kepada petugas kesehatan, baru deh kita di vaksin. Dan ternyata tidak hanya meningitis. Tapi juga influenza. Dan, khusus wanita  usia subur juga harus di tes urin.

Selesai vaksinasi, kita akan diberi buku kecil berwarna kuning. Buku tersebut diserahkan kembali ke biro umroh untuk dijadikan satu dengan pasport.

Sip. Sampai disini, persiapan berkas yang melibatkan saya sudah selesai. Selanjutnya itu akan menjadi urusan dari biro umroh. 

Tugas saya selanjutnya adalah menyiapkan fisik dan mental. Diantanya memperbanyak jalan, menjaga kesehatan dan makanan agak fisik siap menghadapi perjalanan ibadah umroh. Dan yang paling utama adalah memperbanyak doa dan memperkuat ibadah.

Bersambung Part 3

Sabtu, 25 Juni 2016

Undangan Terindah Part 1

Ketika Kabar Gembira Itu Datang



Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illaah. Maha Suci Allah yang telah berkenan memberikan kenikmatan yang tak terkira pada saya. Kenikmatan berupa undangan terindah untuk melaksanakan ibadah umroh.

Pada suatu malam di awal bulan April 2016, Kakak laki-laki saya berkunjung ke rumah seperti biasa. Untuk bertemu dengan mamah melepas rindu setelah sekian minggu tidak bertemu. Maklumlah kakak saya itu sangat sibuk. Jadi, meskipun kami tinggal masih dalam wilayah yang tidak terlalu berjauhan namun tidak serta merta membuat kami mudah untuk bertemu.

Setelah berbincang-bincang ngalor-ngidul tentang segala kesibukan nya, tiba-tiba kakak saya berkata bahwa ia ingin memberangkatkan mamah dan ibu mertuanya untuk beribadah umroh. Tanpa ragu, walaupun dengan linangan air mata mamah saya langsung mengiyakan. Saya yang ada di samping beliau juga terharu.

Setelah itu, kakak saya berkata kepada saya, "Ci, kamu juga berangkat ya, menemani Mamah dan Mak'e (panggilan kakak saya untuk ibu mertuanya)." Saya terdiam sesaat, melongo.... lalu menangis. Allahu Akbar. 

Tak pernah terbayangkan bahkan terlintas dalam benak saya bahwa saya akan menerima "Undangan Allah" secepat ini dan di usia yang masih muda ini (hehehe... ngga boleh ada yang protes).

Alhamdulillah setelah hunting sana-sini mencari travel umroh, kami memutuskan untuk mempercayakan perjalan umroh pertama kami (berharap ada kesempatan umroh ke 2, ke 3 bahkan ke 10) pada biro travel "Alfairus Tours". Dan alhamdulillah nya lagi pas ada pemberangkatan untuk tanggal 11 di bulan Mei (waktu yang kami anggap cukup untuk mempersiapkan semuanya).

Tanggal 11 April 2016, kakak saya melunasi biaya perjalanan umroh, dan kami akan berangkat pada tanggal 11 Mei 2016. InsyaAllah cukup untuk melengkapi semua berkas-berkas yang dibutuhkan seperti pembuatan pasport, pas foto, suntik meningitis dan influenza dll. Tapi yang terutama adalah persiapan fisik dan mental.

Namun, kali ini hanya saya dan mamah yang berangkat. Mak'e belum jadi berangkat karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Semoga lekas sembuh Mak'e dan dapat menunaikan ibadah umroh.



Jumat, 22 Januari 2016

Tutorial Kreasi Sampul Buku "UP"


Mari berkreasi kembali!

Ceritanya, buku catatan saya yang lama sudah habis. Dan baru sempat beli buku tulis isi 100 yang baru. Nah, supaya semakin semangat untuk mencatat di buku yang baru, saya ingin sekali menyampuli buku baru ini dengan sampul yang istimewa. Penasaran???
Let's check this out!












Bahan dan alat yang dibutuhkan:
  1. Buku tulis isi 100 lembar
  2. Kertas marmer warna hitam untuk sampul buku
  3. Kertas lipat warna warni
  4. Isolasi
  5. Gunting
  6. Lem
  7. Bolpen
  8. Sampul plastik
Cara membuat:

1. Buku tulis disampul terlebih dahulu dengan kertas marmer warna hitam. Agar rapi, gunakan pula isolasi agar sampul tidak bergeser.



 2. Ambil kertas lipat, gunting dan tempel membentuk rumah. Selain itu, gunting kertas lipat warna-warni berbentuk oval menyerupai balon.


3. Siapkan buku yang sudah disampul, kertas bentuk rumah dan balon. Saatnya untuk tempel-menempel.

4. Ambil kertas berbentuk rumah, beri lem di bagian belakang, lalu tempel di buku.



5. Ambil kertas lipat bentuk balon, beri lem di bagian belakang, lalu tempel di buku. Lakukan satu persatu  hingga membentuk balon udara.




6. Ambil kertas warna putih, gunting berbentuk awan lalu tempel. Agar semakin indah, antara balon dan atap rumah bisa diberi garis putih dengan tip ex, atau pun dengan guntingan kertas warna putih lalu tempel menyerupai tali pengikat balon.


7. Agar buku awet dan tidak mudah rusak, sampuli kembali buku dengan sampul plastik.

Alhamdulillah, kini buku catatan saya tampak lebih keren kan... Dan pastinya semakin semangat untuk rajin menulis.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.