Laman

Tampilkan postingan dengan label Cerita Lebaranku Tahun Ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lebaranku Tahun Ini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 September 2012

Lebaran Hari Ketiga

Selasa, 21 Agustus 2012 dapet undangan halal bihalal dari Yayasan. Sebelum saya berangkat ke lokasi halal bihalal, saya dan teman-teman guru TK dan Playgroup berkumpul dulu di sekolah. Baru, dari sekolah kami akan mampir dulu ke rumah Ust Gayah lalu ke yayasan.

Sesampainya di sekolah, beberapa teman sudah datang. Kami saling bersalaman dan berpelukan (khas suasana lebaran hehehe...). Sesaat kemudian, Pak bon dan Istrinya membuka ruang kelas A1. kami dipersilahkan untuk masuk. Sesaat kemudian... aneka makanan khas lebaran tersaji diatas meja. Dan... ngemil-ngemil pertama pun dimulai.


Beres ngemil dan semua teman-teman sudah kumpul, perjalanan berlanjut mengunjungi kediaman Ust Gayah. Di rumah beliau, ngemil-ngemil babak keduapun dimulai. Ada rujak serut, lapis legit dan aneka kue-kue lebaran semuanya menggugah selera.

Puas ngobrol-ngobrol, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Yayasan. Saat kami sampai, acara baru saja dimulai. Acara halal bihalal kali ini agak berbeda, karena tahun ini tidak ada lagi sosok Pak Zaki (ketua pembina yayasan) karena beliau telah kembali ke rahmatullah :(


Acara dimulai dengan pembacaan doa Wirdu Shobah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Ma'had Islam. Sambutan-sambutan disampaikan oleh Bapak Dwijo, dilanjutkan oleh Bapak Sutrisno Bahir (mantan ketua umum salah satu partai). Wah, baru kali ini saya melihat beliau secara langsung. Beliau adalah ketua IAMI (Ikatan Alumni Ma'had Islam) yang baru. Sambutan selanjutnya oleh Pak Alek selaku Ketua Pengurus Harian sekaligus Wakil Walikota Pekalongan.

Acara selanjutnya adalah tausiah yang disampaikan oleh seorang ulama dari kota Pekalongan (Maaf... saya lupa nama beliau). Yang paling saya ingat dari tausia beliau adalah hal yang berkaitan tentang menuntut ilmu. Menurut beliau, beberapa alasan untuk menuntut ilmu adalah:
  1. Supaya syah ibadahnya.
  2. Supaya benar akidahnya.
  3. Supaya dapat menata hatinya.
(sebetulnya masih banyak lagi hehehe...)

Dan... acara terakhir yaitu makan-makan. Menu istimewa khas Pekalonga yaitu Tauto dan Megono hmmm... nyam-nyam.

Tauto daging sapi

Lontong dan megono

Siap santap hehehe...

Mari makan :)

Lebaran Hari Kedua


Masih cerita tentang lebaran :) 
Lebaran hari kedua, kami pergi ke Semarang. Stt... ini khusus keluarga inti. Bapak, mamah, saya dan kelima saudara saya. Saudara ipar dan keponakan ngga ada yang ikut hehehe...

Sebelum berangkat, kami foto bersama dulu :)


Di Semarang ada dua tempat yang akan kami kunjungi. Yang pertama adalah ziarah kubur ke makam kakak saya yang nomor dua (beliau meninggal saat berusia dua tahun). Dan yang kedua, kami akan mengunjungi Budhe Yanto, tetangga saat kami tinggal di Semarang 30 tahun yang lalu.

Dulu, waktu tinggal di Semarang, bapak saya pernah sakit dan harus di rawat di rumah sakit dalam waktu yang agak lama. Setiap hari kami dititipkan pada Budha Yanto. Beliau bukan hanya tetangga, namun juga sudah seperti saudara bagi kami. Alhamdulillah, meski tinggal berjauhan, setiap tahunnya bapak dan mamah selalu menyempatkan untuk mengunjungi beliau.

Tempat tinggal kami di daerah Gunung Gebyok. Ampun deh, daerahnya berbukit-bukit. Jadi berasa mendaki untuk menuju ke sana. MasyaAllah... pemandangannya indah banget. Kata mamah, kalau malam pemandangannya jauh lebih indah. 

Untuk menuju rumah Budhe, kami tempuh dengan dua cara. Pertama naik mobil hanya sampai di depan jalan sempit. Lalu kami lanjutkan dengan jalan kaki. Kalau jalannya datar sih ngga masalah. Ini menanjak bo'. Harus ekstra energi :)

Ngga kebayang 30 tahun yang lalu seperti apa. Kata mamah lagi, dulu daerah ini seperti hutan. Banyak pohon-pohon besar, rumah penduduk masih sangat sedikit. Tapi sekarang... padet dengan rumah penduduk. 

Turun dari mobil, foto2 dulu :)
Pendakian pun dimulai
Foto atas... rumah kami dulu, sekarang menjadi kebun. Foto bawah... pemandangan dari depan rumah kami.

Mamah dan Budhe Yanto
Kalau ke tempat Budhe harus makan :)
Di rumah Budhe, kami disambut sangat hangat. Kebetulan semua anak budhe pun sedang berkumpul. Alhasil reuni kecilpun secara tak sengaja terjadi. Karena anak-anak budhe adalah teman sepermainan kakak-kakak saya.

Yang bengong cuma saya dan adik saya Ceria. Karena waktu pindah dari Semarang usia saya masih dua tahun. Jadi tidak ada cerita yang berkesan bagi saya kecuali cerita dari anak-anak budha yang dulu sering menggendong saya hehehe. Sedangkan Ceria, dia sama sekali ngga ada kesan. Karena Ceria tidak pernah merasakan lahir dan tinggal di Semarang :)

Puas melepas rasa rindu, akhirnya kami berpamitan. Dari tempat budhe, kami juga mampir ke beberapa rumah disebelah rumah budhe untuk bersilaturrahmi.

Sebelum pulang ke Pekalongan, kami menuju pusat oleh-oleh khas Semarang di daerah Pandanaran. Oleh-oleh khas Semarang diantaranya Pindang presto, wingko babat, lumpia Semarang dan tahu bakso.

Belanja oleh-oleh di Pandanaran
Beres belanja oleh-oleh, saatnya untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang, mamah dan bapak banyak bercerita tentang masa kecil dan kebiasaan kami saat masih kecil. Alhamdulillah... masih diberi kesempatan untuk berkumpul lengkap satu keluarga (ngetik-nya sambil sedikit mewek...)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami kembali beristirahat di daerah Plelen. Disini merupakan rest area. Banyak warung-warung yang menjajakan es degan (kelapa muda). Pilihan kami jatuh pada es degan gula jawa. Sambil lesehan, kami kembali menikmati bekal nasi timbel buatan mamah (stt.. padahal tadi juga sudah makan di rumah budhe hehehe...)

Es degan gula jawa... Suegeeeerrrrr...

Dan... Perjalanan pulang pun kami lanjutkan kembali. Tapi sekali lagi kami mampir di daerah Batang untuk mengunjungi mertua kakak ketiga saya. Jam enam petang kami akhirnya sampai juga di rumah. Alhamdulillah :)

Minggu, 02 September 2012

Lebaran Hari Pertama

Syawal sudah memasuki hari ke limabelas. MasyaAllah... Tadi malam sempat lihat bulan purnama indaaaaaah banget. Warnanya kuning keemasan. Jernih tak tertutup awan. Bahkan bayangan dalam bulan purnama yang berbentuk seperti kelinci yang sedang duduk terlihat jelas :)

Meski sudah berlalu, Hari raya Idul Fitri akan selalu meninggalkan kisah yang tak kan terlupakan. Apalagi lebaran tahun ini semuanya kompakan, sama-sama berlebaran di hari Ahad, 19 Agustus 2012. Nah, saya ingin bercerita tentang hari raya Idul fitri tahun ini di keluarga buesaaaaaaaarrrr saya :)

Hmmmm... hari raya tahun ini saya tidak bisa mengikuti sholet Ied karena kedatangan tamu bulanan :( 
Alhasil, dari sebelum subuh saya sudah nguprek di dapur. Ada makan yang "wajib" disantap oleh bapak saya setiap sebelum sholat shubuh di hari pertama Idul fitri. Yaitu ulen goreng disantap bersama sambel goreng kentang. Tak lupa secangkir kopi tubruk. Setelah itu beliau bersiap menunaikan sholat subuh berjamaah di masjid. 

Alhamdulillah... sampai lebaran tahun ini saya masih bisa membantu mamah saya untuk menyiapkan menu favorit bapak saya.

Pun saat semua melaksanakan sholat Ied, saya dan kakak saya yang sama-sama sedang berhalangan masih sibuk didapur. menghangatkan semua masakan. Ada opor ayam, sambal goreng kentang, sambal goreng telur puyuh, rendang dan semua kelengkapannya. Maklum, selepas sholat ied semua berkumpul di rumah dan makan bersama.

Ritual lebaran di rumah saya selesai sholat Ied adalah sungkeman. Dimulai dari orang tua, kakak pertama, kedua dan seterusnya. Karena saya anak ke lima, saya mendapat urutan ke lima.

Saat sungkeman, suasana sangat mengharukan. Semuanya menangis. Rasanya semua kesalahan yang pernah diperbuat tampak di depan mata. Rasanya lega sekali bila sudah sungkeman dan bermaaf-maafan. Apalagi saat sungkeman mamah dan bapak selalu memanjatkan doa-doa untuk setiap anaknya satu persatu.

Bapak dan Mamah

Sungkeman

Selesai sungkeman dan nangis-nangisan, acara selanjutnya adalah makan-makan. Biasanya sambil makan ada pembagian amplop (ini yang paling ditunggu-tunggu keponakan saya hehehe...)

Senangnyaaaaa....

Masa kanak-kanak yang menyenangkan

Yang lagi sibuk menghitung . Serius beneeeeerrr...
Satu-persatu tamu mulai berdatangan. Mulai dari tetangga kanan kiri, depan belakang lengkap dengan keluarga mereka. Biasanya kalau ada anak-anak kecil mamah dan kakak saya memberikan salam tempel uang pecahan dua ribu dan lima ribu yang baru. Juga permen yang sengaja mamah saya beli untuk dibagi-bagikan.

Yang berbeda pada lebaran kali ini adalah, setelah bersilaturahmi, kami diajak oleh kakak ipar untuk "pulang kampung" ke Wonopringgo. Ngga jauh kok mungkin hanya sekitar 30 menitan.

Wah... di Wonopringgo, kami diajak keliling mengunjungi semua saudara kakak ipar saya. Setiap masuk rumah harus makan. Bayangkan jika masuk lima rumah, lima kali makan pula hehehe....

Oya, menu khas lebaran di Wonopringgo sedikit berbeda dengan yang umumnya (saya sempet foto-foto menu spesial lebarannya). Dan menu spesialnya diantaranya:
  • Ketupat/ lontong
  • Lodeh terong
  • Ayam goreng
  • Petis kacang
Ini nih penampakannya hehehe...

Menu spesial di Wonopringgo

Eits... makan-makannya belum berhenti sampai disini. Malam harinya sepulang dari Wonopringgo, Kakak keempat saya datang membawa 3 wadah es krim buatannya, lengkap dengan cone dan cup plastik. Gantian saya dan keponakan yang pesta es krim :)

Pesta Es Krim

Alhamdulillah... hari ini sangat berbahagia. Selain bisa bersilaturahmi, berkumpul bersama, makan bersama, jalan-jalan bersama. Hal yang agak sulit dilakukan di luar bulan Ramadhan dan bulan Syawal. Semoga tahun depan masih diberi kesempatan untuk berlebaran dengan keluarga tercinta secara utuh dan lengkap. amin....