Laman

Kamis, 06 September 2012

Lebaran Hari Kedua


Masih cerita tentang lebaran :) 
Lebaran hari kedua, kami pergi ke Semarang. Stt... ini khusus keluarga inti. Bapak, mamah, saya dan kelima saudara saya. Saudara ipar dan keponakan ngga ada yang ikut hehehe...

Sebelum berangkat, kami foto bersama dulu :)


Di Semarang ada dua tempat yang akan kami kunjungi. Yang pertama adalah ziarah kubur ke makam kakak saya yang nomor dua (beliau meninggal saat berusia dua tahun). Dan yang kedua, kami akan mengunjungi Budhe Yanto, tetangga saat kami tinggal di Semarang 30 tahun yang lalu.

Dulu, waktu tinggal di Semarang, bapak saya pernah sakit dan harus di rawat di rumah sakit dalam waktu yang agak lama. Setiap hari kami dititipkan pada Budha Yanto. Beliau bukan hanya tetangga, namun juga sudah seperti saudara bagi kami. Alhamdulillah, meski tinggal berjauhan, setiap tahunnya bapak dan mamah selalu menyempatkan untuk mengunjungi beliau.

Tempat tinggal kami di daerah Gunung Gebyok. Ampun deh, daerahnya berbukit-bukit. Jadi berasa mendaki untuk menuju ke sana. MasyaAllah... pemandangannya indah banget. Kata mamah, kalau malam pemandangannya jauh lebih indah. 

Untuk menuju rumah Budhe, kami tempuh dengan dua cara. Pertama naik mobil hanya sampai di depan jalan sempit. Lalu kami lanjutkan dengan jalan kaki. Kalau jalannya datar sih ngga masalah. Ini menanjak bo'. Harus ekstra energi :)

Ngga kebayang 30 tahun yang lalu seperti apa. Kata mamah lagi, dulu daerah ini seperti hutan. Banyak pohon-pohon besar, rumah penduduk masih sangat sedikit. Tapi sekarang... padet dengan rumah penduduk. 

Turun dari mobil, foto2 dulu :)
Pendakian pun dimulai
Foto atas... rumah kami dulu, sekarang menjadi kebun. Foto bawah... pemandangan dari depan rumah kami.

Mamah dan Budhe Yanto
Kalau ke tempat Budhe harus makan :)
Di rumah Budhe, kami disambut sangat hangat. Kebetulan semua anak budhe pun sedang berkumpul. Alhasil reuni kecilpun secara tak sengaja terjadi. Karena anak-anak budhe adalah teman sepermainan kakak-kakak saya.

Yang bengong cuma saya dan adik saya Ceria. Karena waktu pindah dari Semarang usia saya masih dua tahun. Jadi tidak ada cerita yang berkesan bagi saya kecuali cerita dari anak-anak budha yang dulu sering menggendong saya hehehe. Sedangkan Ceria, dia sama sekali ngga ada kesan. Karena Ceria tidak pernah merasakan lahir dan tinggal di Semarang :)

Puas melepas rasa rindu, akhirnya kami berpamitan. Dari tempat budhe, kami juga mampir ke beberapa rumah disebelah rumah budhe untuk bersilaturrahmi.

Sebelum pulang ke Pekalongan, kami menuju pusat oleh-oleh khas Semarang di daerah Pandanaran. Oleh-oleh khas Semarang diantaranya Pindang presto, wingko babat, lumpia Semarang dan tahu bakso.

Belanja oleh-oleh di Pandanaran
Beres belanja oleh-oleh, saatnya untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang, mamah dan bapak banyak bercerita tentang masa kecil dan kebiasaan kami saat masih kecil. Alhamdulillah... masih diberi kesempatan untuk berkumpul lengkap satu keluarga (ngetik-nya sambil sedikit mewek...)

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami kembali beristirahat di daerah Plelen. Disini merupakan rest area. Banyak warung-warung yang menjajakan es degan (kelapa muda). Pilihan kami jatuh pada es degan gula jawa. Sambil lesehan, kami kembali menikmati bekal nasi timbel buatan mamah (stt.. padahal tadi juga sudah makan di rumah budhe hehehe...)

Es degan gula jawa... Suegeeeerrrrr...

Dan... Perjalanan pulang pun kami lanjutkan kembali. Tapi sekali lagi kami mampir di daerah Batang untuk mengunjungi mertua kakak ketiga saya. Jam enam petang kami akhirnya sampai juga di rumah. Alhamdulillah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar