Senin, 21 Mei 2012

Bila Waktu Telah Berakhir


Innalillahi wa innailaihi roji'un. Merupakan sunatullah bahwa setiap yang bernyawa akan bertemu dengan kematian. Semua sudah ditentukan waktunya. Tidak bisa diperlambat ataupun dipercepat walaupun hanya sedetik. Sungguh tak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan menjemput.

Tapi entah apa yang terjadi, dalam satu bulan ini saya sering mendengar berita kematian. Beberapa dari mereka bahkan masih berusia muda.

Ya, itulah kematian yang kan pasti datang. tidak pandang usia, jabatan, jenis kelamin, pekerjaan. Jika waktu telah berakhir, semua harus kembali menghadap Sang Pencipta.

Yang pertama, salah seorang wali murid TK. usianya masih sangat muda. Meninggal sahid setelah melahirkan anak keduanya. 

Yang kedua, paman dari murid saya Syeh. Beliau asli solo, namun sudah puluhan tahun tinggal di Saudi. Setiap tiga bulan sekali beliau menyempatkan untuk kembali ke Indonesia. Selain untuk bersilaturrahmi dengan keluarga di Indonesia, juga untuk menyantuni janda-janda dan anak yatim di Madura.

Dari Madura, beliau menuju Surabaya untuk bertemu kerabatnya. Setelah itu, beliau hendak menuju Pekalongan untuk berjumpa dengan mamanya Syeh. Bahkan saat di stasiun surabaya, beliau masih sempat menelepon mamanya Syeh, mengabarkan sesaat beliau lagi akan naik kereta api. Kerabat yang mengantarkan ke stasiun oleh Beliau pun malah diminta untuk pulang saja karena sebentar lagi kereta akan datang. 

Namun, tak berapa lama kemudian malaikat maut sudah menjemput. Beliau meninggal sebelum sempat naik kereta api. Mamanya Syeh yang sudah merapikan kamar tamu dan sudah membuat hidangan istimewa hampir tak mempercayai berita tersebut. Namun, hikmahnya adalah Beliau bisa dimakamkan berdekatan dengan makam ayah dan ibunda beliau di Solo. 

Ketiga, salah satu pendidik PAUD di kota Pekalongan yang sama-sama mengikuti kelas bahasa Korea, namun beda angkatan. Beliau meninggal di usia 37 tahun karena sakit. Meninggalkan 2 anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar

Yang keempat adalah suami dari salah satu pengurus yayasan tempat saya bekerja. Beliau baru saja menjalani operasi. Operasi berjalan dengan lancar, bahkan kondisi beliau sudah berangsur membaik. Namun takdir berkata lain. Setelah membuat keluarga bahagia karena perkembangan kesembuhannya yang sangat pesat, di pagi harinya beliau meminta untuk membersihkan diri, bahkan beliau juga sempat mencukur kumis dan janggut beliau. Sesaat kemudian, beliau telah dipanggil oleh Allah SWT

Yang kelima, hari ini 21 Mei 2012 seorang wali murid TK, namun sekarang anaknya sudah duduk di kelas 2 SD telah pergi dengan tenang kembali menghadap Penciptanya.. Meninggalkan dua anak yang masih kecil pula.

Saya merinding. Apa yang sudah saya siapkan untuk bekal di hari kebangkitan nanti jika tiba-tiba malaikat maut datang menjemput???

Sudah cukupkah bekal yang saya persiapkan??? Jawabannya.... BELUM :(

4 komentar:

  1. itulah takdir Allah yang tak mungkin kita hindari ,tua,muda,anak-anak,bahkan semua mahluk hidup di dunia ini....persiap kan diri kita sedini mungkin supaya kita bisa menyambut malaikat maut dengan senyum ,dan mengahiri hidup kita dengan satu kata yang indah laaila ha illalan Muhammad rosulullah......semga kita jadi orng-orang yang husnul khotimah....amin..

    BalasHapus
  2. Amin... setuju Pak Ustazd.

    Btw... Hayo Pak Ustadz, hurufnya masih banyak yang kurang tuh. Coba dibaca lagi komen njenengan di atas... Dan coba dibaca lagi catatan yang saya berikan untuk Pak Ustadz waktu itu.

    BalasHapus
  3. Innalillahi wa innailaihi roji'un.. saya juga berpikir teh.. gimana di kampung akhirat nanti.. semoga kita semua bisa banyak menabung kebaikan dan dapat ridho Allah, semoga kita bisa husnul khotimah, amiiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...
      Betul sekali, harus mulai banyak-banyak menabung kebaikan dari sekarang. Supaya punya bekal yang cukup untuk hari kebangkitan kelak.

      Hapus