Senin, 11 Juli 2011

JOGJA JILID 1

BAGIAN 2
Hari kedua. Rabu, 22 Juni 2011

Senangnya bisa mematahkan ucapan Agus. Driver yang mengantar kami liburan kali ini. Dua kali saya mendengar dia ngatakan, “Lihat aja. Biasanya para wanita itu ribet banget. Jadwal berangkat jam delapan pasti ngaret. Trus kalo sudah suka dengan suatu tempat, yang harusnya satu jam bisa berjam-jam.” 

Buktinya…. Saya dan teman-teman yang perempuan jam delapan sudah stand by di depan kamar hotel. Bahkan sudah sempat foto-foto, tapi Agus dan Arif belum juga keluar kamar. Alhasil jam setengah sembilan kami baru meninggalkan hotel.

Di depan hotel
Tujuan jalan-jalan kita hari ini adalah wisata pantai. Yaitu Pantai Baron, Pantai Krakal dan Pantai Sudak. Setelah itu Sholat dan makan siang, dilanjutkan ke Malioboro. Pantai tujuan kita berlokasi di Wonosari. 

Sekitar  satu sampai satu setengah jam dari kota Jogja. Perjalanannya wah… lumayan seru. Jalannya menanjak disertai tikungan yang curam. Terkadang menemui turunan yang curam pula. Selain jalan yang menantang, kita juga disuguhi   pemandangan yang indah mempesona.

Akhirnya sampailah kita di lokasi pertama yaitu Pantai Baron. Oya di Wonosari terdapat beberapa pantai yang indah. Untuk kesana kita hanya membayar tiket masuk sekali saja. Cukup dengan dua ribu rupiah per orang. Tapi tidak untuk parkirnya. Setiap parkir di satu pantai kita akan dikenai biaya lima ribu rupiah. Jadi… seandainya kita mengunjungi tiga pantai, tinggal kita kalikan tiga. Lima belas ribu rupiah.Hm... Baru kali ini mengalami tiket parkir lebih mahal dari tiket masuk.
Pantai Baron
Bantai Baron berpasir hitam. Kita tidak perlu khawatir akan kelaparan di pantai ini. Deretan warung makan dan kelapa muda menyambut kita. Pantainya lumayan ramai. Di tepi pantai banyak perahu nelayan yang berjajar rapi.  Sebagian dari kami menghilangkan penat dengan beristirahat sambil menikmati es kelapa muda. Kalau saya dan ibuk dosen langsung pasang aksi foto-foto di bibir pantai. Tak lama kemudian, yang lain pun bergabung dengan kami ^______^
Ah.. gayanya keren khan ^_______^
Berasa naik kapal tetanic
Banana boat versi kita ^____^
Puas berfoto-foto, kami pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan kami selanjutnya yaitu ke Pantai Krakal. Berbeda dengan Pantai Baron, Pantai Krakal berpasir putih. Ombaknya besar. Pantainya lebih bersih. Tanpa perlu diaba-aba kami langsung turun ke bawah. Bermain pasir dan tentu saja berfoto-foto. 

Meskipun saat itu matahari bersinar terang tapi udara di sini dingin. Bahkan menurut seorang penjual makanan saat ini di pantai sedang ada angin salju. Hmmm… pantas saja udara sejuk. Rasanya enggan untik meninggalkan pantai ini. Tapi perjalanan mesti berlanjut. Akhirnya kami kembali menuju  mobil dan melanjutkan perjalanan kami selanjutnya yaitu ke Pantai Sudak.
Pantai Krakal
Wah... Segarnya udara di Pantai Krakal
thinking about you ^____^
Meski di pantai, udaranya sejuk lho
Tadi mau narik perahu... Sekarang mau  narik tembok
Pantai Sudak hampir sama dengan Pantai Krakal. Berpasir putih dan bersih. Selain foto-foto, saya juga duduk lumayan lama di atas pasir putih sambil menikmati ombak dan angin pantai yang sejuk. Puas menikmati panorama Pantai Sudak, saya mencicipi es kelapa muda di sebuah warung. Begitu juga dengan teman-teman yang lainnya. Subhanallah… wisata pantai kali ini benar-benar istimewa.
Pantai Sudak
Gayanya agak jaim dikit ah ^_____^
Empat Sekawan
Arif digetok yuuuuuuk...
Menjelang tengah hari kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Sebetulnya masih ada beberapa pantai yang ingin kami kunjungi. Yaitu pantai Kukup, drini dan yang lainnya. Namun karena mengingat agenda yang sudah kami sepakati sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Jogja. Tujuan kami selanjutnya adalah sholat dan makan lalu ke Malioboro.

Hampir jam tiga kami sampai di malioboro. Mobil di parkir di pasar Beringharjo. Perjalanan kami teruskan dengan berjalan  kaki. Menyusuri pasar Beringharjo, lalu menyusuri jalan malioboro berbelanja kaos dan slayer lucu. Puas berjalan kaki, kami naik becak menuju pusat penjualan kaos dagadu. Ada tiga becak yang kami pakai. Saya dan Miss Eni, Ibuk dosen dan Miss Iis, Arif dan Agus.

Dari pusat kaos dagadu, kami naik becak kembali. Saya meminta pak becak untuk membawa kami keliling sekitar keraton. Suasana Jogja memang berbeda. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Perjalanan becak berhenti di dekat benteng Vredeburg. Subhanallah… puas berkeliling hanya bayar tiga ribu rupiah…. Murah bangets…. Tapi karena ngga tega juga, akhirnya kami lebihkan.

Wah… suasana di depan benteng juga sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kami mulai berfoto-foto di depan patung sego kucing raksasa. Lalu duduk-duduk sejenak melepas lelah. Tentu saja sambil berfoto-foto.


Foto di depan patung sego kucing
Sempet bikin jogja macet xixixi....
Di depan benteng Vredeburg
Pegel nya... ngga ketulungan
Lampu tamannya bagus
Meski lelah... harus slalu ceria
Lanjut, kami menuju benteng Vredeburg. Kebetulan saat itu tengah digelar festival Jogjakarta. Ada pemeran dan pentas seni. Sekitar jam enam sore kami kembali ke mobil dan pulang menuju hotel.  Tapi, kami tidak langsung ke hotel. Kami mampir dulu di sebuat tempat makan “TUANMUDA” di jalan Kapten Tendean yang menjual Takoyaki (makanan khas jepang). Akhirnya… kami sampai di hotel jam setengah tujuh malam.
Jajan Takoyaki
Takoyaki Original dan Takoyaki isi salmon
Perjalanan tidak berhenti sampai disini. Jam Delapan malam kami keluar hotel lagi untuk jalan-jalan dan makan malam.Makan malam kali ini, kami menuju pusat makanan gudeg di jalan Wijilan. Di sepanjang jalan ini smua rumah makan menjajakan gudeg. Makanan khas Jogjakarta. Pilihan kami jatuh pada Gudeg Yu Djum.
Gudeg Yu Djum. Enaaaaaak...
Kenyang makan, lokasi yang kami tuju selanjutnya adalah Alu-alun Kidul. Rencananya kita ingin naik sepeda hias. Alun-alun kidul penuh dengan kendaraan yang beraneka rupa. Mulai dari mobil, motor, becak, sepeda tandem, bahkan sepeda hias. 

Sepeda hiasnya pun ada bermacam-macam. Mulai yang muat dua, tiga, empat sampai sepuluh orang juga ada. Dengan merogoh kocek sebesar dua puluh lima ribu kita bisa menaiki sepeda hias yang muat untuk tujuh orang dan mengitari alun-alun kidul sebanyak dua kali.
Sepeda hias
Husni lagi pamer jaket barunya ^___^
Penumpang paling depan yang paling deg2an
Malam semakin larut. Kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Tapi sebelumnya kami mampir lagi ke tempat penjual TAKOYAKI. Kami membeli tiga porsi TAKOYAKI untuk kami nikmati di hotel ^______^

Subhanallah… Rencana kami hari ini berjalan lancar sesuai dengan rencana. Sampai di hotel hampir jam setengah sebelas malam.  Waktunya istirahat… menyiapkan energi untuk perjalanan esok…

Bersambung
Bagian 3
Bagian 1

4 komentar:

  1. Baca postingan tentang jalan-jalan di Jogja...seruuuuu....
    saya asli jogja Teh.. pantai di Gunungkidul (wonosari) memang lebih bagus dari pada yang di bantul (parangtritis)
    wah dah lama saya nggak ke pantai..semoga ada kesempatan lagi ke sana.. btw, ada patung sego kucing ya? itu baru kayaknya yaa... atau saya yang kuper .. saya menginggalkan jogja akhir januari 2011

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohhh, asli Jogja tho. Senangnya... Setiap hari bisa berwisata hehehe...

      Jogja memang istimewa. Tiga hari di sana tapi belum semua tempat bisa terkunjungi :(

      Judul postingan ini sengaja saya buat JILID 1. Berharap lain waktu bisa ke Jogja lagi hingga bisa jadi Postingan JILID 2, 3, 4 dst hehe...

      Kalau tentang patung sego kucing, saya kurang tahu. Pastinya saya dan teman2 foto disana tgl 22 Juni 2011.

      Hapus
    2. mungkin karena dari lahir saya di Jogja ya, jadi nggak ngerti kenapa orang-orang suka berwisata di Jogja.. tapi memang jogja berhati nyaman :)

      kapan-kapan klo saya dah di Jogja maen ya :)

      Hapus
    3. Iya kali ya hehehe...

      Pas saya ke jogja sedang ada festival Jogjakarta di dalam benteng Vredeburg.Dan ada band yang lagi perform. Satu baris lagunya yang masih saya ingat sampai sekarang adalah "Jogja...jogja... Tetap istimewa..."

      Wah... senang banged kalau kita bisa ketemu di Jogja. Nanti cerita pertemuannya pasti akan saya postingkan dengan judul JOGJA JILID 2 hehehe...

      Hapus