Minggu, 27 Maret 2011

SERBA TUA



      Sampai hari ini masih terkesan dengan kejadian kemarin. Pengalaman unik yang saya alami  saat harus naik becak karena roda sepeda motor saya robek. Saya yakin tidak ada sesuatu kejadian yang terjadi secara kebetulan. Semuanya pasti sudah tercatat di lauh mahfudz. Termasuk kejadian kemarin, yaitu ketika saya dihadapkan dan dipertemukan dengan segala sesuatu yang berbau “TUA”

Dan, semua yang serba tua itu adalah:
  • Tukang becak yang saya tumpangi ternyata sudah sepuh. Tadinya ngga mau naik becak itu, ngga tega  lihat Pak becaknya. Tapi berhubung tidak ada tukang becak yang lain, mau tak mau akhirnya  naik juga. Sumpah… ngga tega banget. Apalagi saat harus melewati  jalan yang menanjak. Pak becak sampai harus turun untuk mendorong becaknya.
  • Selama perjalanan, di jalan hasanudin saya melihat  seorang penjual kue dengan gerobak yang dikayuh. Penjual kue itu pun sudah sepuh. Berkacamata tebal dan rambut yang semuanya memutih,lengkap dengan handuk kecil di lehernya.
  • Selanjutnya, saat melintasi jalan salak, saya melihat  tukang parkir yang sudah sepuh. Dengan rompi orange dan topi yang tampak kumal. Jalannya sedikit terseok-seok. Saya pikir mungkin kakinya sedang sakit.
  • Tepat di sebuah jembatan, seorang pria tua beruban sedang mengayuh sepeda jengki. Tukang becak yang  saya tumpangi menyapanya. Ternyata lelaki tua bersepeda jengki itu teman Pak becak. Dari obrolan sepintas yang saya dengar, ternyata lelaki tua itu berkerja sebagai penjual es keliling.
      Tidak tahu apa yang terjadi pada diri saya saat itu. Yang jelas perasaan saya jadi campur aduk. Membayangkan jika semua yang sepuh itu adalah ayah saya. Aduh… sampai merinding. Alhamdulillah, walaupun sederhana, ayah saya tak perlu bekerja keras di masa tuanya. 
        Sesampainya di rumah orang yang pertama  saya jumpai adalah ayah saya yang sedang duduk di teras rumah sambil mengawasi para tukang yang sedang merenovasi rumah. Langsung kucium tangan beliau seraya mengucapkan aku sayang Aa…

Catatan... Saya dan saudara memanggil Ayah dengan sebutan Aa.

2 komentar:

  1. iya ya mba cici.klo liat mereka2 yang diluar sana jadi ingat kedua orang tua.apalagi na jauh dari orang tua.sering sekali merepotkan beliau..
    makanya ingin sekali secepatnya membahgaiakan mereka..target awal setelah kuliah,menabung untuk mengumrohkan beliau berdua..insyAllah,mudah2an..amiiinnn...
    salam bwt ayah mba cici ya mba...:)

    BalasHapus
  2. Neyna... Smoga Allah mencatat niat mulia Neyna dan memudahkan Neyna untuk mencapainya.Amin...

    BalasHapus